Selasa, 10 Mei 2016

 
ADA YANG UDAH TAU?
 
Siapa yang tidak tahu atau belum tahu surat Al Kahfi? Membaca sekaligus menghafal surat ini tak akan merugikan seseorang, malah ia akan terlihat lebih tinggi dan lebih bersinar di hadapan Allah SWT. Kalau belum hafal, yuk mulai menghafal sepuluh ayat surat Al Kahfi tersebut.
Inilah Keutamaan Menghafal Sepuluh Ayat Surat Al-Kahfi
Sesungguhnya surat Al Kahfi adalah salah satu surat dalam Al-Quran yang bisa dibilang lebih agung dibanding surat-surat lainnya. Sayangnya, keistimewaan surat ini belum banyak diketahui umat Muslim sehingga kebanyakan hanya membaca tanpa menghafalkan isinya. Surat Al Kahfi ayat 10 ternyata bisa menyelamatkan Anda, loh. Ditambah lagi, keutamaan surat ini sudah pernah dinyatakan langsung oleh Nabi Muhammad SAW sehingga tak perlu diragukan manfaatnya. Di jaman sekarang lebih banyak orang yang suka membaca surat Yasin kala malam Jumat. Mengapa tidak mencoba surat Al Kahfi mulai sekarang?
Berikut ini merupakan beberapa hadits yang bersinggungan dengan keutamaan surat Al-Kahfi. Abu Said bersabda bahwa siapapun yang membaca surat Al Kahfi terutama 10 ayatnya di hari Jumat, orang tersebut akan disinari oleh Allah dengan cahaya di antara dua hari Jumat. Tak perlu meragukan hadits ini karena telah dinyatakan shohih. Jadi, jika sebelumnya tidak pernah membaca Al Kahfi, kita bisa mulai membuka Al-Quran di bagian surat Al Kahfi hari Jumat berikutnya. Tidak ada kata terlambat untuk berubah ke arah yang lebih baik. Abu Darda juga menyatakan hal tentang menghafal 10 ayat terakhir surat Al Kahfi. Beliau bersabda bahwa siapapun yang menghafal 10 ayat tersebut akan terlindungi daripada fitnah Dajjal. Dajjal merupakan hal yang akan sangat dibenci oleh umat Muslim saat terjadi kiamat nantinya. Tak perlu ragukan juga hadits ini karena sudah dinyatakan sholih oleh Syaikh Al Albani. Bahkan untuk menguatkannya, Nabi Muhammad SAW sendiri pernah berkata bahwa siapapun yang menemui Dajjal sebaiknya membaca ayat dari surat Al Kahfi untuk langsung terjaga dari fitnah sang Dajjal. Dengan menghafalkan 10 ayat ini, bisa dipastikan bahwa kalaupun saat kiamat nanti kita bertemu Dajjal, kita tinggal merapalkannya kembali untuk melindungi diri. Sudah mulai tertarik untuk membacanya?
Hadits ketiga mengenai pembacaan surat Al Kahfi dinyatakan oleh Abu Said. Beliau berkata bahwa siapapun yang membaca surat Al Kahfi akan mendapat cahaya dari ayat tersebut di hari kiamat dimulai dari tempat tinggal orang tersebut di Mekkah. Surat Al Kahfi ayat 10 dan artinya adalah sebagai berikut untuk memperjelas gambaran Anda mengenai surat ini. Saat pemuda-pemuda mencari tempat berlindung ke dalam gua, sampailah mereka dan mulai berdoa. Mereka meminta rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa dan berharap agar Allah menyempurnakan petunjuk lurus yang akan memudahkan setiap langkah mereka. Petunjuk lurus ini bisa dianalogikan sebagai cahaya, apabila lebih spesifik cahaya tersebut akan berguna di hari kiamat nanti. Jadi, bisa dikatakan bahwa orang-orang yang menghafal ayat surat Al Kahfi tidak akan tersesat dan merasa bingung sama sekali di hari kiamat. Sekali lagi, hadits ini sholih adanya jadi tak perlu khawatir.
Nah, sudah mulai tertarik terhadap keutamaan menghafal sepuluh ayat surat Al Kahfi? Jika sudah, mulailah membacanya dan memahami isinya lebih lanjut. Kemudian, hafalkan demi keselamatan Anda di masa mendatang.
Ada banyak cara untuk mengungkapkan perasaan bahagia, marah, sedih dan terluka. Namun dari setiap perasaan yang kamu rasakan, sudahkah rasa syukur menempati tempat teratas dari semua perasaan tersebut?
Ada sebuah cerita inspiratif tentang seorang guru yang tengah melakukan perjalanan bersama muridnya. Si murid bertanya, “Guru, kenapa kita harus melewati hutan ini? Saya tidak suka karena hutan ini kotor dan jalannya tidak rata. Apa guru tak takut celaka?”
Guru pun menjawab, “Hutan ini adalah jalan agar kita bisa secepatnya sampai ketempat tujuan, jadi sebaiknya jangan mengeluh karena nanti energimu akan habis.”
“Tapi aku lapar, apa boleh kita beristirahat sebentar dan berburu?” Balas sang murid. Keduanya pun memutuskan untuk duduk di atas batu dan mulai mencari sesuatu yang bisa dimakan.
“Kalau begitu, Guru ke sebelah sana dan aku ke sebelah sini.” Mereka pun berpencar dan berhasil mendapatkan seekor kelinci lalu mengolah dan menyantapnya.
“Emm… Enaknya!! Setelah ini kita makan apa lagi? Perjalanan kita masih sangat jauh, Guru.” Melihat tingkah muridnya yang selalu saja mengeluh dan tidak pernah merasa puas, sang Guru hanya tersenyum lalu mengabaikan ucapan muridnya. Perjalanan dilanjutkan sampai mereka menemukan sebuah perkampungan kecil.
Si murid kembali berkata, “Guru, kampung apa ini? Aku belum pernah ke sini sebelumnya. Uh, kumuh sekali! Rakyat yang tinggal di sini pasti rakyat biasa!” Sang Guru tersenyum kembali dan mengabaikan perkataan muridnya.
“Guru, hari sudah mulai gelap, bagaimana kalau kita menginap saja di kampung ini? Tapi pastikan kalau mereka menyediakan penginapan yang nyaman. Saya tidak ingin seperti mereka yang hanya tidur diatas tikar.”
Dan akhirnya si Guru setuju. Hari berganti hari dilalui, mereka bergegas untuk melanjutkan kembali perjalanannya. Namun belum jauh langkahnya, si murid kembali berkata, “Guru, sepatu siapa ini?”
Merasa heran dengan sepatu lusuh yang ia temukan di tepi jalan, si murid mengira-ngira, “Ini pasti milik Pak Tua itu.” Ucapnya sambil melihat ke arah seseorang. Ya, sepatu itu memang milik Pak Tua yang sedang berladang. Dan dengan tingkahnya yang jahil, ia pun mengambil sepatu itu lalu menyimpannya di bawah tumpukan batu.
“Hei, jangan seperti itu, kita tidak seharusnya bersenang-senang dengan mengorbankan orang lain. Kamu bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dan itu akan mendatangkan kesenangan yang lebih besar. Sekarang, kembalikan sepatu itu pada posisi semula!” Perintah sang guru.
Lama menanti, akhirnya Pak Tua kembali dari ladang dan bergegas mengambil sepatunya. Saat ia hendak memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal. Si Pak Tua merogoh ke dalam sepatunya lalu terkejut karena menemukan kumpulan uang di sana.
Ia memegang sambil melihat ke sekelilingnya, memastikan apakah ada orang disekitarnya. Dan tak ada seorang pun di sana. Perasaan haru mulai menguasai hatinya, ia pun jatuh tersungkur dan kemudian menengadahkan tangannya ke atas. Doa ucapan syukur terdengar jelas dari mulutnya.
Ia bersyukur atas kemurahan yang Tuhan berikan dan ia bersyukur karena pertolongan telah datang kepadanya. Ia sempat berbicara mengenai istrinya yang sakit dan ibunya yang sudah tua renta, juga anaknya yang kelaparan karena tak ada uang.
Melihat hal itu, si murid dengan tidak sadar telah menitikkan air mata. Ia berpaling pada sang guru seraya berkata, “Ini adalah pelajaran berharga bagiku, bahwa nikmat akan terasa berharga saat kita menyadari dan senantiasa mensyukurinya.”
Kesombongan akan selalu membutakan hati, mata, dan pikiran kita untuk melihat betapa besar kenikmatan yang telah kita terima. Sebelum nikmat itu dicabut, marilah senantiasa mensyukurinya. Karena semakin besar rasa syukur, semakin besar pula nikmat yang akan Tuhan berikan kepada kita.


amazing motivation stories
tetap bersyukur ya guys.. :) jangan merendahkan orang lain..
hayy guys sempetin dikit deh buat nulis cerita satu inii.. aja.. hehe
jadi aku pengen nyeritain pengalaman dari aku masuk SD sampe lulus SD
pas kelas satu aku masuk sekolah yang siswa siswi nya sederhana aja sampe kelas dua aku gak terlalu inget sih pas waktu itu kelas 1-2 nahh kan mama aku pindah kerja jadi aku ikut mama aku pas mulai kelas 3-5 di situ aku sekolah di sekolah yang siswa siswi nya yg level tinggi A.K.A (rich) wkwkwk ini bukan masalah rich atau poor tapi soal kenyamanan di sekolah. pas kelas 6 aku pindah ke palembang nahh di situ yang pelajaran nya susah guru nya galak waktu belajar, tugas atau PR nya terlalu ketat  tapi aku nyaman di situ karena punya temen yg bisa ngajarin aku pinter bisa kerja kelompok bareng pokoknya nyaman dehh.. tapi sayangnya aku cuma sekolah setengah bulan di situ abis itu pindah ke sekolah di bogor (jakarta) lagi.. di situ mungkin banyak pelajaran salah satu nya belajar bersyukur apa adanya bukan gara2 barang bagus kita harus sedih atau gak bangga. atau harus punya rumah bagus, atau harus punya mobil banyak, harus udah pernah ke luar negri lahh.. punya barang bermerek impor.. tapi yg penting akhlaq nya pas aku sekolah di situ aku temenan sama temen yang baiiikk banget dan pinter (jangan tanya nama nya siapa :p) dia anak piatu. aku pernah diajak sama salah satu temen nya buat nyamper ke rumah nya aku merasa bersyukur banget masih punya parents dan rumah yang bagus. di dunia ini kan kita tugas nya ngumpulin pahala biar masuk surga jadi kita gak harus sedih atau malu gara2 gak punya barang bagus doang atau rumah mewah dan transportasi DLL.. jadi cheer up ya friends yg penting akhlaq nya



ini pengalaman ku sekaligus cerita wkwwk atau apalah semoga bermanfaat bagi semua.. ya.. sampe ketemu lagi ntar di cerita2 lain.. BYE!